Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan
proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan
berkelanjutan oleh sekelompok guru. Lesson Study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian
pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada
prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual
learning untuk membangun komunitas belajar.
Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk :
(1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan
guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para
guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran
secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan
pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.
Manfaat yang yang dapat diambil Lesson
Study, diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, (2)
guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan (3) guru dapat
mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study.
Lesson Study dapat dilakukan melalui
dua tipe yaitu berbasis sekolah dan berbasis MGMP. Lesson Study dilakukan
berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan
(plan); (b) pelaksanaan (do); refleksi (check); dan tindak lanjut (act).
A. Pendahuluan
Masalah-masalah
tentang pendidikan akan selalu muncul dan orang pun tak akan henti-hentinya
untuk terus membicarakan dan memperdebatkan tentang keberadaannya, mulai dari
hal-hal yang bersifat fundamental-filsafiah sampai dengan hal–hal yang sifatnya
teknis-operasional. Permasalahan yang penting terutama
tertuju pada bagaimana upaya untuk menemukan cara yang terbaik guna mencapai
pendidikan yang bermutu dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang
handal, baik dalam bidang akademis, sosio-personal, maupun vokasional.
Seperti dimaklumi, bahwa sudah sejak
lama praktik pembelajaran di Indonesia pada umumnya cenderung dilakukan secara
konvensional yaitu melalui teknik komunikasi oral. Praktik pembelajaran
konvesional semacam ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar
(teacher-centered) dari pada bagaimana siswa belajar (student-centered),
dan secara keseluruhan hasilnya dapat kita maklumi yang ternyata tidak banyak
memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran
siswa. Untuk merubah kebiasaan praktik pembelajaran dari pembelajaran
konvensional ke pembelajaran yang berpusat kepada siswa memang tidak mudah,
terutama di kalangan guru yang tergolong pada kelompok laggard (penolak
perubahan/inovasi). Lesson Study merupakan salah satu
alternatif yang dapat digunakan
untuk mendorong
terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia menuju ke arah
yang jauh lebih efektif.
Program
Dinas Pendidikan Propinsi Jambi tahun 2013 sudah mulai melaksanan program rintisan
samacam ini di beberapa sekolah pada 10
kabupaten se-propinsi Jambi, dengan istilah SIM-BAGJA-LS (Sistem Belajar Guru
Jambi Berbasis Lesson Study).
SMAN 9 Kota Jambi termasuk salah satu sekolah yang dilibatkan. Dalam
pelaksanaan program ini lembaga pendamping pembinaan adalah: Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI).
Dalam
sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 31 Oktober 2013, Pemaparan
disampaikan oleh Kepsek SMAN 9 Kota Jambi Bpk. H. Yuzirwan M. Noor, S.Pd. M.Pd.
dan ketua komite pendamping pelaksanan Lesson Study kota Jambi
Bapak Drs.Darul Ulum, M.Pd. Lesson Study adalah belajar dari pembelajaran.
Kelas terbuka untuk observasi dan komentar berbasis fakta observer, memperoleh
inspirasi untuk pendidikan dan pembelajaran. Dan pembelajaran terpusat pada
siswa melalui hand-on, mind-on, daily life dan local material. Pada tahap awal
dilakukan 5 tahap. Tahap kegiatan pertama sosialisasi
program, kegiatan kedua perencanaan program
(Plan) yaitu merancang pembelajaran (RPP), kegiatan ketiga uji coba media, dan kegiatan keempat dan kelima
merupakan pelaksanaan program (Do)
dan observasi - refleksi pembelajaran (See).
Kelima tahap ini dilakukan berulang-ulang (50 s,d 100 kali) untuk mendapatkan
perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu proses dan
hasil pembelajaran yang lebih
efektif dan lebih baik.
Berdasarkan
berbagai sumber informasi yang saya peroleh melaui internet, dalam tulisan ini, akan
dipaparkan secara ringkas tentang apa itu Lesson Study dan bagaimana
tahapan-tahapan dalam Lesson Study. Dengan harapan semoga dapat memberikan pemahaman sekaligus dapat mengilhami
kepada para guru (calon guru) dan pihak lain yang terkait untuk dapat
mengembangkan Lesson Study lebih lanjut guna kepentingan peningkatan
mutu proses dan hasil pembelajaran siswa.
B. Hakikat Lesson Study
Menurut
Akhmad Sudrajat (2008), konsep dan praktik Lesson Study pertama kali
dikembangkan oleh para guru pendidikan dasar di Jepang, yang dalam bahasa
Jepang-nya disebut dengan istilah kenkyuu jugyo. Adalah Makoto Yoshida,
orang yang dianggap berjasa besar dalam mengembangkan kenkyuu jugyo di
Jepang. Keberhasilan Jepang dalam mengembangkan Lesson Study tampaknya
mulai diikuti pula oleh beberapa negara lain, termasuk di Amerika Serikat yang
secara gigih dikembangkan dan dipopulerkan oleh Catherine Lewis yang telah
melakukan penelitian tentang Lesson Study di Jepang sejak tahun 1993.
Di Indonesia pun
saat ini mulai gencar disosialisasikan untuk dijadikan sebagai sebuah model
dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa, bahkan pada beberapa
sekolah sudah mulai dipraktikkan. Meski pada awalnya, Lesson Study
dikembangkan pada pendidikan dasar, namun saat ini ada kecenderungan untuk
diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi.
Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode
dalam pembelajaran, tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk
meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara
kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan,
mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran.
Lesson
Study bukan sebuah proyek sesaat, tetapi merupakan
kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk
mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management, yakni
memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus,
berdasarkan data.
Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat
mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang
secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri, baik pada tataran
individual maupun manajerial. Slamet Mulyana (2007) memberikan rumusan tentang Lesson
Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui
pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada
prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun
komunitas belajar. Sementara itu, Catherine Lewis (2002) menyebutkan bahwa:
“lesson study is a simple idea. If you want to improve
instruction, what could be more obvious than collaborating with fellow teachers
to plan, observe, and reflect on lessons? While it may be a simple idea, lesson
study is a complex process, supported by collaborative goal setting, careful
data collection on student learning, and protocols that enable productive
discussion of difficult issues”.
Bill Cerbin & Bryan Kopp
mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama, yaitu
untuk :
(1) memperoleh pemahaman yang lebih baik
tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar;
(2) memperoleh hasil-hasil tertentu
yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya, di luar peserta Lesson Study;
(3) meningkatkan pembelajaran secara
sistematis melalui inkuiri kolaboratif.
(4) membangun sebuah pengetahuan
pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.
Dalam tulisannya yang lain, Catherine
Lewis (2004) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study,
yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di
Jepang, yaitu:
- Tujuan bersama untuk jangka panjang.
Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para
guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka
panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas, misalnya tentang: pengembangan
kemampuan akademik siswa, pengembangan kemampuan individual siswa, pemenuhan
kebutuhan belajar siswa, pengembangan pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan
kerajinan siswa dalam belajar, dan sebagainya.
- Materi pelajaran yang penting.
Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan
pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran
siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa.
- Studi tentang siswa secara cermat.
Fokus yang paling utama dari Lesson
Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa, misalnya,
apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar, bagaimana siswa
bekerja dalam kelompok kecil, bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang
diberikan guru, serta hal-hal lainya yang berkaitan dengan aktivitas,
partisipasi, serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran. Dengan demikian, pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada
bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi
kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah.
- Observasi pembelajaran secara langsung.
Observasi langsung boleh dikatakan
merupakan jantungnya Lesson Study. Untuk menilai kegiatan pengembangan
dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan
cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau
hanya melihat dari tayangan video, namun juga harus mengamati proses
pembelajaran secara langsung. Dengan melakukan pengamatan langsung, data yang
diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh, bahkan
sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Penggunaan videotape
atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap, dan bukan sebagai
pengganti.
Berdasarkan wawancara dengan sejumlah
guru di Jepang, Caterine Lewis mengemukakan bahwa Lesson Study sangat
efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para
guru untuk dapat:
(1) memikirkan secara lebih teliti lagi
tentang tujuan, materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa,
(2) memikirkan secara mendalam tentang
tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa, misalnya tentang
arti penting sebuah persahabatan, pengembangan perspektif dan cara berfikir
siswa, serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan,
(3) mengkaji tentang hal-hal terbaik
yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain
(peserta atau partisipan Lesson Study),
(4) belajar tentang isi atau materi
pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang
harus diberikan kepada siswa,
(5) mengembangkan keahlian dalam
mengajar, baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya
kegiatan pembelajaran,
(6) membangun kemampuan melalui
pembelajaran kolegial, dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa
yang dirasakan masih kurang, baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya
dalam membelajarkan siswa, dan
(7) mengembangkan “The Eyes to See
Students” (kodomo wo miru me), dalam arti dengan dihadirkannya para
pengamat (obeserver), pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin
detail dan jelas.
Sementara itu, menurut Lesson Study
Project (LSP) beberapa manfaat lain yang bisa diambil dari Lesson Study,
diantaranya:
(1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan
kerjanya,
(2) guru dapat memperoleh umpan balik
dari anggota/komunitas lainnya, dan
(3) guru dapat mempublikasikan dan
mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study. Dalam konteks pendidikan
di Indonesia, manfaat yang ketiga ini dapat dijadikan sebagai salah satu Karya
Tulis Ilmiah Guru, baik untuk kepentingan kenaikan pangkat maupun sertifikasi
guru.
Terkait dengan penyelenggaraan Lesson
Study, Slamet Mulyana (2007) mengetengahkan tentang dua tipe
penyelenggaraan Lesson Study, yaitu Lesson Study berbasis sekolah
dan Lesson Study berbasis MGMP.
Lesson Study berbasis sekolah dilaksanakan oleh
semua guru dari berbagai bidang studi dengan kepala sekolah yang bersangkutan.
dengan tujuan agar kualitas proses dan hasil pembelajaran dari semua mata
pelajaran di sekolah yang bersangkutan dapat lebih ditingkatkan. Sedangkan
Lesson Study berbasis MGMP merupakan pengkajian
tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh kelompok guru mata pelajaran
tertentu, dengan pendalaman kajian tentang proses pembelajaran pada mata
pelajaran tertentu, yang dapat dilaksanakan pada tingkat wilayah, kabupaten
atau mungkin bisa lebih diperluas lagi.
Dalam hal keanggotaan kelompok, Lesson
Study Reseach Group dari Columbia University menyarankan cukup 3-6
orang saja, yang terdiri unsur guru dan kepala sekolah, dan pihak lain yang
berkepentingan. Kepala sekolah perlu dilibatkan terutama karena perannya
sebagai decision maker di sekolah. Dengan keterlibatannya dalam Lesson
Study, diharapkan kepala sekolah dapat mengambil keputusan yang penting dan
tepat bagi peningkatan mutu pembelajaran di sekolahnya, khususnya pada mata
pelajaran yang dikaji melalui Lesson Study. Selain itu, dapat pula
mengundang pihak lain yang dianggap kompeten dan memiliki kepedulian terhadap
pembelajaran siswa, seperti pengawas sekolah atau ahli dari perguruan tinggi.
C. Tahapan-Tahapan Lesson Study
Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson
Study ini, dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson
Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act
(PDCA).
Sementara itu, Slamet Mulyana (2007)
mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study, yaitu : (1) Perencanaan (Plan);
(2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See).
Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp
dari University of Wisconsin mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson
Study, yaitu:
- Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.
- Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study.
- Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.
- Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran, sementara yang lainnya melakukan pengamatan, mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
- Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa
- Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran, mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas, dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada.
Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk
pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsep Plan-Do-Check-Act
(PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam
penyelengggaraan Lesson Study
1. Tahapan Perencanaan (Plan)
Dalam tahap perencanaan, para guru yang
tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang
mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan
kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam
pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa,
mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga
dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan
pembelajaran.
Selanjutnya, secara bersama-sama pula
dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan
dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus
dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah
perencanaan yang benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup
mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan
pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap
akhir pembelajaran.
2. Tahapan Pelaksanaan (Do)
Pada tahapan yang kedua, terdapat dua
kegiatan utama yaitu:
(1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran
yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan
sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama,
(2) kegiatan pengamatan atau observasi
yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya
(baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang
bertindak sebagai pengamat/observer)
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:
- Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.
- Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.
- Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
- Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
- Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.
- Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
- Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.
3. Tahapan Refleksi (See / Check)
Tahapan ketiga merupakan tahapan yang
sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan
bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan
terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kegiatan refleksi dilakukan dalam
bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh
kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari
penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan
menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran
yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan
dalam menjalankan RPP yang telah disusun.
Selanjutnya, semua pengamat
menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran
yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Dalam
menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang
diperoleh dari hasil pengamatan, tidak berdasarkan opininya. Berbagai
pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi
seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses
pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki
catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.
4. Tahapan Tindak Lanjut (Act)
Dari hasil refleksi dapat diperoleh
sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan
peningkatan proses pembelajaran, baik pada tataran indiividual, maupun
menajerial.
Pada tataran individual, berbagai
temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan
refleksi (see / check) tentunya menjadi modal bagi para guru, baik yang
bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses
pembelajaran ke arah lebih baik.
Pada tataran manajerial, dengan
pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study, tentunya
kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan
pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kalau
selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan,
dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study, maka dia akan
lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam
proses pembelajaran, sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus
lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.
D. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
- Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.
- Tujuan Lesson Study adalah :
(1) memperoleh pemahaman yang lebih
baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar;
(2) memperoleh hasil-hasil tertentu
yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran;
(3) meningkatkan pembelajaran secara
sistematis melalui inkuiri kolaboratif.
(4) membangun sebuah pengetahuan
pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.
- Ciri-ciri dari Lesson Study yaitu adanya:
(a) tujuan bersama untuk jangka
panjang;
(b) materi pelajaran yang penting;
(c) studi tentang siswa secara cermat;
dan
(d) observasi pembelajaran secara
langsung
- Lesson study memberikan banyak manfaat bagi para guru, antara lain:
(a) guru dapat mendokumentasikan
kemajuan kerjanya,
(b) guru dapat memperoleh umpan balik
dari anggota/komunitas lainnya, dan
(c) guru dapat mempublikasikan dan
mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study
- Penyelenggaraan Lesson Study dapat dilakukan dalam dua tipe:
(a) Lesson Study berbasis
sekolah; dan
(a) Lesson Study berbasis MGMP.
- Lesson Study dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, meliputi :
(a) tahapan perencanaan (plan);
(b) pelaksanaan (do);
(c) refleksi (see / check); dan
(d) tindak lanjut (act).
Sumber Bacaan:
- Bill Cerbin & Bryan Kopp. A Brief Introduction to College Lesson Study. Lesson Study Project. online: http ://www.uwlax.edu/sotl/lsp/index2.htm
- Catherine Lewis (2004) Does Lesson Study Have a Future in the United States?. Online: sowi-online.de/journal/2004-1/lesson_lewis.htm
- Lesson Study Research Group online: tc.edu/lessonstudy/whatislessonstudy.html
- Slamet Mulyana. 2007. Lesson Study (Makalah). Kuningan: LPMP-Jawa Barat
- Wikipedia.2007. Lesson Study. en.wikipedia.org/wiki/Lesson_study.
- Akhmad Sudrajat.2008. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran. Online : Http ://Akhmad-sudrajat.wordpress.com/